Download APK
Pemberitahuan
Perbaikan otomatis sudah dijalankan. Silahkan periksa hasilnya dengan klik tombol OK dibawah ini.Jika masih terdapat error, bisa dijelaskan di kolom komentar. Terima kasih.

The Politician Who Sees the Future

Chapter 3

Baca The Politician Who Sees the Future Chapter 3 Bahasa Indonesia secara gratis di KomikAV. Chapter ini terdiri dari 40 halaman. Dirilis pada 17 Januari 2026.

The Politician Who Sees the Future

15 tahun yang lalu, Ayahnya yang sedang memperjuangkan keadilan atas pemecatan yang tidak adil mengakhiri hidupnya di tengah sikap acuh tak acuh sebuah konglomerat besar. Bahkan sebelum keterkejutan itu mereda, adiknya menghilang tanpa jejak. Menghadapi tragedi yang datang bertubi-tubi, kedua orang tuanya pun meninggal dunia, meninggalkan Dojun seorang diri. Sejak hari ketika semuanya direnggut darinya, Dojun hidup untuk balas dendam dan kebenaran. Menyadari bahwa ia tidak bisa mengubah apa pun tanpa berdiri di pusat kekuasaan, ia menahan kesepian demi satu tujuan: menjadi seorang politisi. Dan akhirnya, pada hari ketika ia menggenggam ijazahnya, di depan peti abu orang tuanya, ia bersumpah: “Aku pasti akan menemukan Yuri dan membawanya ke sini.” “Dan mereka… Akan kubuat mereka meneteskan air mata darah.” Malam itu, untuk pertama kalinya, Dojun bermimpi tentang ‘masa depan’. Sebuah penglihatan yang terlalu jelas untuk dianggap kebetulan. Dan mimpi itu menandakan jalan politik kejam yang harus ia lalui.

Chapter ini error ? segera laporkan agar diperbaiki secepatnya!
The Politician Who Sees the Future
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future Chapter 3
The Politician Who Sees the Future
The Politician Who Sees the Future

15 tahun yang lalu, Ayahnya yang sedang memperjuangkan keadilan atas pemecatan yang tidak adil mengakhiri hidupnya di tengah sikap acuh tak acuh sebuah konglomerat besar. Bahkan sebelum keterkejutan itu mereda, adiknya menghilang tanpa jejak. Menghadapi tragedi yang datang bertubi-tubi, kedua orang tuanya pun meninggal dunia, meninggalkan Dojun seorang diri. Sejak hari ketika semuanya direnggut darinya, Dojun hidup untuk balas dendam dan kebenaran. Menyadari bahwa ia tidak bisa mengubah apa pun tanpa berdiri di pusat kekuasaan, ia menahan kesepian demi satu tujuan: menjadi seorang politisi. Dan akhirnya, pada hari ketika ia menggenggam ijazahnya, di depan peti abu orang tuanya, ia bersumpah: “Aku pasti akan menemukan Yuri dan membawanya ke sini.” “Dan mereka… Akan kubuat mereka meneteskan air mata darah.” Malam itu, untuk pertama kalinya, Dojun bermimpi tentang ‘masa depan’. Sebuah penglihatan yang terlalu jelas untuk dianggap kebetulan. Dan mimpi itu menandakan jalan politik kejam yang harus ia lalui.

Details

Comments

No comments

Mode: